Paket Haji Plus Murah Berangkat Tahun 2019 II 082247479626

muslim semesta

Jangan Lupa Pergi Haji Jika Masih Memiliki Kelebihan Dana Dan Keberkahan Usia.

Segera Daftarkan Diri Anda Anak Cucu ATau Saudara Pada Paket Regular Haji, Hanya Kisaran 50 Juta Saja, Dan Tunggu Hingga 23 Tahun Lagi Untuk Hari Keberangkatannya, Lama Sekali Bukan??? Sesegera Mungkin Hub. Kami

Untuk Pendaftaran Paket Haji Reguler 2019 II 082247479626 ” Semakin Lama Njenengan Menunggu Semakin Lama Njenengan Berangkat”

Namun Jangan Khawatir Jika Ingin Pergi Haji Tahun Depan Tepatnya Tahun 2019 Kami Telah Menyediakan

Paket Haji Plus Murah Berangkat Tahun 2019 Rp. 230 Juta. II 082247479626

Ada Harga Selalu Ada Kualitas.

 

 

Jenis-Jenis Haji
Terdapat beberapa jenis haji yang disepakati oleh para ulama, yakni sebagai berikut

1. Haji Tamattu’
Haji Tamattu’ adalah menunaikan ibadah umroh ketika masa bulan haji, lalu dilanjutkan dengan melaksanakan ibadah haji pada tahun yang sama. Cara melaksanakan Haji Tamattu’ ialah diawali dengan niat menunaikan umroh umrah dari miqat dan saat membaca talbiyah mengucapkan:

labbaika bi umrah

artinya: aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan umrah.

Saat melaksanakan ibadah ini, jamaha diharuskan untuk tetap dalam keadaah berihram hingga sampai di Mekkah untuk mengerjakan thawaf, sai, serta mencukur rambut atau tahallul, menanggalkan pakaian ihram, mengenakan pakaian biasa, dan melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang dikarenakan ihram, sampai tiba hari Tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah) saat itulah berniat haji dari Mekkah.

2. Haji Ifrad
Haji Ifrad ialah menunaikan ibadah haji saja dari miqat, dan ketika membaca bacaan talbiyah mengucapkan

Labbaik bi hajj

Artinya: aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan Ibadah Haji.

Dan bagi yang megerjakannya tetap dalam keadaan berihram sampai selesainya seluruh rangkaian ibadah haji. Sesampainya di Mekkah, langsung melaksanakan thawaf qudum serta sa’i haji, dan tidak diperbolehkan bertahallul kecuali pada hari raya ( tanggal 10 Dzulhijjah ). Dengan begitu, sebenarnya seseorang yang menunaikan ibadah haji ifrad tidak berbeda dengan yang menunaikan ibadah haji qiran.

3. Haji Qiran
Haji Qiran adalah menunaikan ibadah haji serta umroh secara bersamaan, dan saat membaca bacaan talbiyah mengucapkan

Labaika bi haj wa umrah

Artinya: aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah haji dan umroh.

Dan dalam haji qiran, mengharuskan pelaku untuk tetap dalam keadaan berihram sampai selesainya menunaikan ibadah umrah & haji sekaligus. Adapun Haji Qiran dibagi kedalam 2 jenis, yakni

Berihram dengan niat berumrah dan haji sekaligus dari miqot dengan mengucapkan labbaika umratan wa hajjan.
Berihram dengan niat berumrah terlebih dahulu kemudian memasukkan niat ibadah haji ke dalam niat umrah sebelum melaksanakan thawaf umrah.
Ada bentuk lain dari haji qiran yang masih menjadi perbincangan diantara ulama, yakni berihram dengan niat hanya akan melaksanakan ibadah haji saja, kemudian mengerjakan umrah sebelum melakukan hal apapun dari rangkaian kegiatan ibadah haji, seperti thawaf serta sa’i.

Seseorang yang menunaikan Haji Qiran harus tetap dalam keadaan ihram, serta apabila sudah sampai di Mekkah, dia melakukan thawaf Qudum lalu menunaikan sa’i untuk haji & umrah. Setelah itu tetap dalam kedaan berihram sampai tiba saat bertahallul di hari raya Idul Adha. Dia wajib membayar hadyu (menyembelih domba) sebagaimana dalam ibadah haji tamattu’.

Syarat Wajib Haji
Syara wajib Haji ialah sesuatu yang membuat seseorang menjadi wajib melaksanakan ibadah haji. Apabila ada satu saja dari salah satu syarat wajib hai tersebut yang tidak dimiliki seseorang maka ia belum wajib melaksanakan ibadah haji. Syarat wajib haji ialah sebagai berikut

1.Islam
2.Berakal
3.Baligh
4.Merdeka
5.Mampu
Syarat mampu dalam syarat wajib haji ini ialah:

1.Mampu dalam segi material untuk melaksanakan ibadah haji
2.Memiliki bekal yang cukup
3.Memiliki kendaraan
4.Aman dalam perjalanan
5.Bagi perempuan hendaknya bersama dengan muhrimnya atau orang yang dapat dipercaya
6.Sehat jasmani serta rohani.

Rukun & Wajib Haji
Perbedaan ibadah haji dengan ibadah lainnya ialah dalam ibadah haji terdapat rukun haji serta wajib haji. Dimana rukun haji merupakan sesuatu yang wajib dikerjakan saat melaksanakan ibadah haji dan tidak dapat digantikan dengan membayar denda (dam) jika ditinggalkan. Jadi, jika salah satu dari rukun haji ini ditinggalkan maka seseorang belum dapat dikatakan berhaji dalam arti lain ibadah hajinya menjadi batal atau tidak sah.

Sedangkan wajib haji ialah sesuatu yang wajib dikerjakan dalam menunaikan ibadah haji, namun jika ditinggalkan dapat diganti dengan membayar denda (dam).

Rukun Haji
1.Ihram: berniat untuk memulai ibadah haji
2.Wukuf: Menetap di Padang Arafah mulai dari tergelincir matahari pada waktu (dzuhur) tanggal 9 dzulhijjah hingga terbitnya fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah.
3.Thawaf Ifadah: Mengelilingi kabah sebanyak 7 putaran diawali dari hajar aswad dengan posisi kabah berada di sebelah kiri.
4.Sa’i: Berlari-lari kecil antara Bukit Shafa hingga Bukita Marwah sebanyak 7 kali.
5.Tahallul: Memotong atau mencukur rambut
6.Tertib: Mengerjakan rukun haji secara berurutan.

Wajib Haji
1.Berihram dari Miqot
2.Mabit di Muzdalifah sesudah tengah malam hari raya haji
3.Melontar / melempar jumrah aqabah pada hari raya haji (tanggal 10 Dzulhijjah)
4.Melempar tiga jumrah (setiap hari pada tanggal 11, 12, & 13 Dzulhijjah). Jumrah yang dilempar sebanyak 7 batu kecil & dikerjakan setelah tergelincirnya matahari.
5.Bermalam di mina (2-3 malam)
6.Tawaf Wada: thawaf yang dikerjakan pada saat akan meninggalkan kota Mekkah)
7.Menjauhkan diri dari segala larangan.

Syarat Sah Haji
Ibadah haji atau umrah termasuk dengan ibadah mahdhah yakni harus dikerjakan sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW agar haji dan umrah tersebut dinilai sah secara aturan Islam. Adapun syarat sah haji sebagai berikut:

1.Dilaksanakan sesuai dengan batas waktunya
2.Melaksanakan ibadah haji sesuai dengan urutan baik rukun ataupun wajib haji
3.Memenuhi syarat pelaksanaan serangkaian amalam dalam haji misalkan thawaf, sa’i dan seterusnya.
4.Dikerjakan pada tempat yang telah ditentukan berdasarkan syariat.

Larangan Ihram :
1.Menggunting kuku
2.Membunuh hewan buruan
3.Menutup mata kaki
4.Berhubungan suami istri
5.Keluarnya air mani dengan sengaja
6.Mengenakan pakaian berjahit
7.Mencabut pepohonan di Tanah Suci
8.Memakai wangi-wangian
9.Menutupi kepala dengan sesuatu yang menempel
10.Dan lainnya.